Sragi – Puskesmas Sragi I telah melaksanakan Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Semester I Tahun 2026 sebagai bentuk evaluasi terhadap kualitas pelayanan publik di bidang kesehatan. Berdasarkan hasil pengukuran, diperoleh nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 81,84 dengan kategori mutu pelayanan “B” (Baik).
Pelaksanaan survei ini melibatkan sebanyak 170 responden, yang terdiri dari 40 laki-laki (23,53%) dan 130 perempuan (76,47%). Penilaian dilakukan terhadap sembilan unsur pelayanan sesuai standar, yaitu persyaratan, prosedur, waktu pelayanan, biaya/tarif, produk layanan, kompetensi pelaksana, perilaku pelaksana, sarana dan prasarana, serta penanganan pengaduan.
Hasil survei menunjukkan bahwa unsur penanganan pengaduan memperoleh nilai tertinggi sebesar 92,50, diikuti oleh unsur biaya/tarif sebesar 90,00. Hal ini menunjukkan komitmen Puskesmas dalam memberikan pelayanan yang transparan dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Kepala Puskesmas Sragi I menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh petugas serta dukungan masyarakat. “Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan masyarakat. Hasil ini akan menjadi bahan evaluasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan agar lebih optimal,” ujarnya.
Ke depan, Puskesmas Sragi I berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan guna mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, aman, cepat, dan ramah sesuai dengan harapan masyarakat.
Rabu, 1 Juli 2026
Senin, 30 Juni 2025
Tanggal 17 April 2025
Puskesmas Sragi I mengadakan kegiatan Lomba Balita Sehat tahun 2025 yang diikuti 6 Desa dan 1 Kelurahan. Lomba ini digelar untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia khususnya balita sehingga terciptanya seluruh proses tumbuh kembang anak secara optimal.
Hal ini juga dapat menciptakan tumbuh kembang anak secara optimal yaitu sejak dalam kandungan ibunya yang disebut periode emas 1000 hari kehidupan. Selain itu kita juga perlu memperhatikan bahwa pemenuhan gizi seimbang pada keluarga sangatlah penting untuk pertumbuhan dan perkembangan otak anak, sehingga dapat mencegah terjadinya masalah gizi pada balita.
"Dimana masa balita merupakan fase dalam kehidupan manusia yang memerlukan perhatian khusus, karena masa ini sangat menentukan pertumbuhan dan perkembangan anak di kemudian hari. Kita tentunya sepakat bahwa kualitas sumber daya manusia sangat di tentukan oleh keberhasilan kita dalam menjaga pertumbuhan dan perkembangan balita agar, selalu berada pada tahapan pertumbuhan dan perkembangan yang sesuai dengan umurnya,"Ungkap drg. Hermawan Udianta, M.Kes.
Harapan kami dengan terselenggaranya lomba balita ini, orang tua balita lebih memperhatikan pola asuh dan pola makan balita, sehingga upaya percepatan pencegahan dan penurunan stunting dapat terlaksana dengan baik. Selebihnya, pemerintah mengharapkan agar orang tua selalu memantau pertumbuhan dan perkembangan anak serta orang tua dapat berkonsultasi dengan petugas kesehatan sehingga status gizi anak kesehatanya bisa diketahui dengan baik.
dear Sahabat Masgizha
Tanggal 14 Desember 2024
Dalam rangka peningkatan kompetensi kader kesehatan dan implementasi GERMAS tingkat Kabupaten Pekalongan, maka Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan akan mengadakan Jambore Kader Kesehatan Tingkat Kabupaten Pekalongan Tahun 2024. Diantara implementasi Germas tersebut, yang ditemukan di lapangan adalah Posyandu. Posyandu merupakan salah satu transformasi layanan primer. Transformasi ini diarahkan agar rangkaian pelayanan kesehatan di tingkat dasar/primer terintegrasi dengan meningkatkan layanan promotive dan preventif seperti memperkuat upaya pencegahan, deteksi dini, promosi kesehatan, membangun infrastruktur, melengkapi sarana, prasarana, SDM serta memperkuat manajemen di seluruh layanan primer. Pelayanan yang dilakukan berfokus pada sasaran siklus hidup dan mendekatkan akses ke masyarakat mulai dari tingkat dusun dan keluarga. Pelayanan kesehatan primer yang tersedia di Indonesia seperti Puskesmas, Pustu, Posyandu, Poskesdes, klinik swasta dan bidan praktek mandiri. Transformasi layanan primer sejalan dengan arah kebijakan dan strategi bidang kesehatan yang diamanatkan dalam RPJMN 2020-2024 yaitu untuk meningkatkan pelayanan kesehatan menuju cakupan kesehatan semesta, terutama penguatan pelayanan kesehatan dasar (Primary Health Care) dengan mendorong peningkatan upaya promotif dan preventif, didukung inovasi dan pemanfaatkan teknologi.
Jambore kader Kesehatan / posyandu merupakan salah satu bentuk penghargaan bagi kader Posyandu dan salah satu wadah Pendidikan informal. Kegiatan ini diselenggarakan dalam suasana gembira dan menyenangkan, dalam kebersamaan dan diharapkan dapat mengembangkan potensi diri para kader Kesehatan sehingga dapat menjadi motivator dan agen perubahan baik di lingkungan desa maupun masyarakat dari desa lain.
Syarat dan ketentuan yang masuk UHC
Diutamakan untuk kegawatdaruratan (rawat inap, melahirkan, sakit jiwa rujuk rumah sakit, kategori rujuk lanjut ke rumah sakit dan kb)
Rabu, 4 Desember 2024
Rabu, 4 Desember 2024
Rabu, 4 Desember 2024
Inovasi Es Kolak Mama
Edukasi ASI Ekslusif 6 Jam Pertama Melahirkan (ES KOLAK MAMA) adalah inovasi di bidang kesehatan dalam bentuk E-leaflet teknik menyusui yang benar, vidio teknik menyusui yang benar, edukasi dan mempraktikan secara langsung teknik menyusui yang benar pada enam jam pertama pasca persalinan, komunitas ibu pasca persalinan melalui grup whatsapp untuk sarana KIE teknik menyusui yang benar, dengan tujuan agar Ibu menyusui bisa mengakses inovasi ini dengan menggunakan internet dan media sosial tanpa perlu tatap muka langsung dengan tenaga kesehatan. Teknik edukasi ini merupakan media komunikasi antar faskes, antar nakes, kader kesehatan dan ibu menyusui dan keluarga dalam pengelolaan ASI Ekslusif secara berkesinambungan dengan tujuan akhir pencegahan stunting
Sabtu, 27 Juli 2024
Dear sahabat puskesmas sragi I
Inovasi *BERAS KUKEMAS*(Berikan Edukasi Nifas Khusus Keluarga dan Masyarakat) dilatar belakangi karena adanya data asumsi kepercayaan terhadap mitos dan capaian ASI eksklusif masih rendah serta tahun 2023 terdapat 21 ibu nifas mengalami infeksi luka jahitan dan 5 ibu nifas yang ASInya kurang lancar.
Sehingga muncul inovasi tersebut dengan media edukasi menggunakan buku saku *"101 Mitos tentang Nifas"* yang memiliki kelebihan yaitu :
1. Edukasi mudah dipahami
2. Menarik dan tidak membosankan
3. Meningkatkan literasi dan kesadaran
4. Praktis dan fleksibel
5. Mudah diimplementasikan
6. Meningkatkan daya ingat
7. Relevan dengan kondisi masyarakat
Inovasi *BERAS KUKEMAS* meningkatkan edukasi nifas bagi keluarga dan masyarakat, mengurangi praktik mitos yang berpengaruh bagi kesehatan ibu nifas,
mendorong partisipasi keluarga dan masyarakat
serta mendukung kesehatan ibu dan bayi.
[Gambar]
Senin, 4 Mei 2026
Kamis, 17 April 2025
Sabtu, 14 Desember 2024